Dalam konteks pelayanan umum, ada beberapa tantangan utama yang sering dihadapi di berbagai daerah, termasuk Tolikara, seperti akses yang terbatas ke layanan dasar, kualitas layanan yang belum optimal, serta keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Pada Debat kedua calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Tolikara diangkat dengan tema *”Pelayanan Publik dan Solusi Penyelesaiannya”* telah dilakukan hari senin 4 november 2024 bertempat di Jayapura, para keempat pasangan calon telah menyampaikan gagasan visi dan misinya masing-masing yang nantinya akan di lakukan setelah memenangkan pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Tolikara tahun 2024.
Hasil pantauan bahwa secara garis besar para kandidat telah memaparkan konsep Pembangunan sesuai visi dan misi yang disiapkan adalah sesuai materi teknokratik RPJMD. Beberapa aspek terkait Topik pelayanan Umum dan Solusi penanganannya yang telah dibicarakan hari ini dalam suasana penuh kekeluargaan, sejuk, dan aman adalah : (1) Aksesibilitas Layanan Kesehatan dan Pendidikan. Kandidat telah membahas masalah keterbatasan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan yang seringkali menjadi keluhan utama di wilayah terpencil Kabupaten Tolikara. Para pasangan kandidat telah menawarkan solusi untuk meningkatkan fasilitas kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga dokter, tenaga medis, memperbaiki aksesibilitas dan sarana prasarana sekolah semua tingkatan di Kabupaten Tolikara. (2) Infrastruktur Dasar. Jalan, listrik, dan jaringan telekomunikasi menjadi faktor utama dalam pelayanan publik. Para kandidat telah menyampaikan rencana mereka untuk memperbaiki atau membangun infrastruktur yang lebih baik demi mendukung mobilitas warga dan akses ke pelayanan lainnya. (3) Pemberdayaan Sumber Daya Lokal. Kandidat telah menawarkan strategi untuk memanfaatkan potensi sumber daya manusia dan alam setempat. Hal ini bisa mencakup program pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan dukungan bagi UMKM untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. (4) Transparansi dan Tata Kelola Pemerintahan. Bagian ini para pasangan kandidat telah menyampaikan akan adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah dan distribusi dana pembangunan, yang penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dan memastikan dana digunakan secara optimal. (5) Solusi Berbasis Teknologi. Mengingat perkembangan teknologi, para kandidat telah menyinggung penggunaan teknologi untuk mendukung layanan publik, seperti aplikasi untuk laporan warga, sistem pembayaran elektronik untuk memudahkan akses layanan, atau digitalisasi administrasi pemerintahan untuk mempercepat proses layanan public serta system pelayanan Pendidikan berbasis teknology. (6) Pendekatan Budaya dan Keberlanjutan. Di Papua, pendekatan budaya menjadi penting dalam pelayanan publik. Kandidat telah menyoroti pentingnya pendekatan berbasis budaya dalam merancang solusi untuk pelayanan yang lebih diterima oleh masyarakat, sekaligus memastikan keberlanjutan dari program yang akan mereka implementasikan. (7) Pengawasan dan Evaluasi Berkala. Melakukan audit berkala untuk memastikan bahwa standar pelayanan terpenuhi dan membuat laporan evaluasi yang bisa diakses publik. Mengevaluasi kinerja para pegawai pelayanan publik dengan indikator yang terukur dan jelas agar kualitas pelayanan tetap terjaga. Pandangan saya bahwa Pendekatan-pendekatan ini, jika diselaraskan dengan RPJMD Kabupaten Tolikara, dapat membantu menciptakan pelayanan publik yang lebih adil, merata, dan efisien. Debat ini diharapkan menjadi wadah untuk mengenal pemimpin yang memiliki visi yang kuat dalam meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Tolikara serta berkomitmen pada solusi yang realistis dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dari debat kedua ini Masyarakat harus mulai persiapan menyatakan sikap dukungannya menurut hati nuraninya tanpa paksaan, tanpa intimidasi, namun menentukan pilihannya secara demokratis dengan dasar tawaran visi dan misi serta program strategis yang ditawarkan oleh para kandidat saat debat pertama dan debat kedua sehingga debat ketiga pasti akan kelihatan kemana arah dukungan Masyarakat. Suasana saat debat penuh kekeluargaan, kebersamaan, keharmonisan ini semoga tetap terjalin baik sampai selesai pilkada tahun 2024 hingga wujudkan hasil pemilukada yang berwibawa dan demoktratis.*






