KARUBAGA[papuani.com]-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolikara melakukan pendataan balita guna mencegah dan memberikan penanganan terhadap masalah stunting. Pendataan stunting kali ini dilakukan di empat (4) distrik yakni Distrik Woniki, Nabunage, Bogonuk Kutime dan Bokondini, dimulai pada Jumat (15/11/2024).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, dr. Demus Kogoya sesaat sebelum kegiatan tersebut mengatakan dengan adanya program pendataan stunting diharapkan dapat memberikan landasan bagi upaya perbaikan kesehatan balita di seluruh wilayah Kabupaten Tolikara.

Menurutnya, saat ini stunting masih merupakan isu kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Untuk itu perlu dilakukan pendataan stunting untuk mendapatkan data yang akurat dan penanganan yang tepat.
”Identifikasi balita yang berisiko kurang gizi dilakukan lebih dini untuk memberikan perawatan yang tepat dalam mengatasi masalah stunting,” ucap dr. Demus Kogoya.
Dikatakan, pihaknya menggunakan alat antropometri untuk mengukur dimensi, berat, dan volume tubuh sehingga tidak salah menilai kondisi kesehatan balita.

“Ketika kita melihat bayi kurus atau kesehatannya kurang, itu dianggap kurang gizi. Kita mengunakan alat untuk mengukur dimensi berat badan tubuh manusia (antropometri) agar data bayi balita lebih baik lagi” jelasnya.
Selain pendataan, Dinkes Kabupaten Tolikara juga melakukan berbagai upaya guna mengatasi masalah stunting antara lain pemberian vitamin dan makanan bergizi, intevensi, pengawasan, edukasi dan penyuluhan.
“Kami juga mengarahkan jajaran Puskesmas agar terus memantau pertumbuhan anak-anak yang masih dalam kondisi stunting. Kita berharap tidak ada lagi stunting ke depan,” tegasnya.[Ekius Wandik]






