KANGGIME[papuani.com] – Konferensi ke-10 Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Klasis Kanggi secara resmi ditutup pada Sabtu 21 Juni 2025. Acara penutupan berlangsung meriah dan diwarnai dengan acara bakar batu.
Salah satu Kader GIDI yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Tolikara, Dr. Imanuel Gurik, SE.,M.Ec.Dev menyampaikan sejumlah poin penting terkait pembangunan Gereja dan kerja sama antara Gereja dan Pemerintah Daerah.

Ia menegaskan bahwa pendirian jemaat, klasis baru, maupun wilayah harus disesuaikan dengan AD/ART GIDI sebagaimana diatur dalam Buku Merah, serta memperhatikan jumlah pertumbuhan umat secara nyata. Bila tidak memenuhi ketentuan, pemekaran harus ditunda atau dibatasi.
“Setiap jemaat bertanggung jawab kepada klasis, klasis kepada wilayah, dan wilayah kepada BPP GIDI. Pemekaran jemaat/klasis/wilayah harus berdasarkan pertumbuhan jumlah umat Tuhan dan SDM Teologia bukan sekadar keinginan,” tegasnya.

Pemerintah Daerah juga meminta agar data nama-nama jemaat, gembala jemaat, dan gembala daerah dari Wilayah Toli, Kembu, dan Bogo segera dikumpulkan dan disampaikan kepada Bappeda melalui struktur gereja yang ada. Pendataan ini penting sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap para hamba Tuhan di Tolikara.
Lebih lanjut, pemerintah merencanakan pendataan dan rehabilitasi tempat-tempat bukit doa, yang menjadi titik awal pelayanan GIDI, untuk dibangun kembali sebagai rumah doa sesuai model mula-mula.

“Pemerintah juga mengimbau agar rumah-rumah peninggalan para misionaris tidak dijadikan tempat tinggal oleh pengurus klasis atau wilayah. Rumah-rumah tersebut akan direnovasi dan dijadikan destinasi wisata rohani, lengkap dengan dokumentasi dan foto-foto sejarah para misionaris,” jelas Kepala Bappeda Imanuel Gurik.
Menutup arahannya, Kepala Bappeda menyampaikan apresiasi kepada pengurus klasis periode sebelumnya dan mengucapkan selamat bertugas kepada Badan Pengurus Klasis Kanggi yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya kerja sama erat antara gereja dan pemerintah demi kemajuan pelayanan dan pembangunan rohani di Tanah Papua.[Diskominfo Tolikara]






