Bupati Willem Wandik Hadiri Penamatan Angkatan Pertama TK PAUD Oyea Wonok Tolikara

KARUBAGA[papuani.com]Suasana penuh sukacita, haru, dan kebanggaan mewarnai Aula Tagananok, Distrik Karubaga, Jumat (6/6/2026), saat 26 anak-anak TK PAUD Oyea Wonok resmi dilepas dalam acara penamatan tahun ajaran 2025–2026. Momen istimewa ini menjadi tonggak awal perjalanan pendidikan bagi anak-anak yang dipersiapkan menjadi generasi penerus Tolikara yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Acara penamatan dihadiri langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos yang juga bertindak sebagai Pembina Yayasan TK PAUD Oyea Wonok. Hadir pula Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara sekaligus Ketua Yayasan TK PAUD Oyea Wonok, Elisabeth Y. Flassy Wandik, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para guru, serta orang tua dan wali murid yang turut menyaksikan keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan usia dini.

Dalam sambutannya, Bupati Willem Wandik, S.Sos menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah berperan besar dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul untuk masa depan Tolikara dan Papua.

“Anak-anak yang hari ini dilepas adalah generasi harapan masa depan. Mereka harus tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman, berakhlak baik, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemuliaan Tuhan, bangsa, dan negara,” ujar Bupati.

Bupati juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap sistem pembelajaran di TK PAUD Oyea Wonok yang telah membiasakan peserta didik menggunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Menurutnya, penguasaan bahasa internasional sejak usia dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan global di masa depan.

Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati dirinya. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tolikara tengah mendorong penerapan muatan lokal Bahasa Lani atau bahasa ibu di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Anak-anak kita harus mampu berbicara dalam bahasa dunia, tetapi mereka juga harus tetap mengenal bahasa ibu dan budayanya sendiri. Bahasa daerah adalah identitas dan kekayaan yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Penamatan angkatan pertama TK PAUD Oyea Wonok ini menjadi simbol keberhasilan pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan akademik, tetapi juga membangun karakter, budaya, dan kepercayaan diri anak sejak dini.

Di akhir acara, para orang tua tampak penuh kebanggaan menyaksikan putra-putri mereka menerima tanda kelulusan. Senyum bahagia, tepuk tangan, dan rasa syukur menyatu dalam suasana yang hangat, menandai berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan baru menuju jenjang sekolah dasar.

Melalui pendidikan usia dini yang berkualitas, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap lahir generasi emas yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar budaya dan identitas daerahnya. Sebab dari ruang-ruang belajar sederhana hari ini, masa depan Tolikara sedang dipersiapkan untuk menjadi lebih maju, mandiri, dan bermartabat.[Diskomdigi Tolikara]*

Post View : 165

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *