Bupati Willem Wandik Resmikan Puskesmas Kai, Dekatkan Pelayanan Kesehatan di Tingkat Distrik

Kai,Tolikara[papuani.com]Pemerintah Kabupaten Tolikara kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata hingga ke pelosok daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Gedung Puskesmas Kai di Distrik Kai, Jumat, 5 Juni 2026, yang berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Peresmian ini bukan sekadar pembukaan sebuah bangunan kesehatan, melainkan menjadi tonggak penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman Tolikara. Kehadiran Puskesmas Kai diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang selama ini dihadapi masyarakat akibat keterbatasan akses dan jarak tempuh menuju pusat layanan kesehatan yang lebih besar.

Acara peresmian dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH., M.Si., dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, tokoh agama, tokoh adat, kader kesehatan, aparat TNI-Polri, serta ratusan masyarakat Distrik Kai.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan produktif.

Menurut Bupati, keberadaan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelayanan ibu dan anak, imunisasi, penanganan penyakit umum, hingga tindakan medis awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit umum daerah.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk mulai membangun budaya hidup sehat dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Ia menyoroti masih adanya kebiasaan sebagian warga yang membiarkan anggota keluarga yang sakit tetap berada di rumah tanpa penanganan medis yang memadai.

“Puskesmas ini dibangun untuk masyarakat. Jangan menunggu sakit menjadi parah. Jika ada anggota keluarga yang sakit, segera dibawa ke puskesmas agar mendapat pelayanan dan pengobatan yang tepat. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, pemerintah telah menyiapkan sistem rujukan ke RSUD Karubaga,” tegas Bupati.

Selain itu, Bupati Willem Wandik memberikan perhatian khusus kepada tenaga kesehatan yang akan bertugas di Puskesmas Kai. Ia meminta seluruh petugas kesehatan menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin, dan semangat pengabdian, karena pelayanan kesehatan merupakan pelayanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Peran kepala kampung dan aparat distrik juga dinilai sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan. Pemerintah kampung diharapkan aktif membantu masyarakat yang membutuhkan rujukan medis, sekaligus memastikan warga memperoleh akses pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.

Bupati juga mengajak para pemimpin gereja dan hamba Tuhan untuk terus mendampingi masyarakat, khususnya mereka yang sedang mengalami sakit dan pergumulan hidup, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan pelayanan rohani.

Sementara itu, Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda menjelaskan bahwa peresmian Puskesmas Kai merupakan jawaban atas harapan dan aspirasi masyarakat yang telah lama menantikan beroperasinya fasilitas kesehatan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa gedung Puskesmas Kai sebenarnya telah selesai dibangun sejak tahun 2024, namun baru dapat diresmikan dan difungsikan pada tahun 2026. Dengan diresmikannya fasilitas ini, masyarakat Distrik Kai kini tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh menuju Karubaga hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Menurut Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Tolikara juga telah menempatkan sebanyak 315 tenaga kontrak kesehatan yang akan bertugas di 39 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Tolikara. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan hingga menjangkau distrik-distrik terpencil.

“Pelayanan kesehatan harus hadir lebih dekat kepada masyarakat. Kehadiran Puskesmas Kai menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya memastikan setiap warga mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, Elius Enembe, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus melengkapi sarana, prasarana, serta peralatan medis yang masih dibutuhkan di Puskesmas Kai agar pelayanan dapat berjalan maksimal.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan mendukung para tenaga kesehatan maupun tenaga pendidik yang bertugas di wilayah tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat.

Saat ini Kabupaten Tolikara telah memiliki 39 puskesmas yang tersebar di berbagai distrik, terdiri dari 25 puskesmas yang telah ada sebelumnya dan tambahan 14 puskesmas baru. Pencapaian ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Kepala Puskesmas Kai, Yapnel Jigga, menyatakan kesiapan seluruh tenaga kesehatan untuk segera melayani masyarakat setelah peresmian dilakukan. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan tersebut sebagai tempat pelayanan kesehatan utama di wilayah Distrik Kai dan sekitarnya.

Dalam dialog bersama pemerintah daerah, masyarakat Distrik Kai juga menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan yang dinilai penting untuk menunjang kemajuan daerah. Aspirasi tersebut meliputi perbaikan akses jalan distrik dan jalan provinsi, pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak, penyediaan rumah dinas bagi tenaga kesehatan dan guru, serta peningkatan kesempatan bagi putra-putri asli Kai dan Wunin untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.

Peresmian Puskesmas Kai ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Tolikara sebagai simbol dimulainya pelayanan kesehatan secara resmi bagi masyarakat.

Di akhir kegiatan, suasana semakin khidmat ketika Pdt. Womi Wenda menyampaikan pesan rohani yang menyentuh hati seluruh hadirin. Ia mengingatkan bahwa kesehatan merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki tugas mulia memberikan pelayanan dan pengobatan, namun kesembuhan sejati tetap berasal dari Tuhan.

Dengan penuh keyakinan ia menyampaikan sebuah moto yang menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan:

“Kami yang memberikan obat, tetapi Yesuslah yang menyembuhkan.”

Dengan beroperasinya Puskesmas Kai, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok distrik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lansia, serta seluruh masyarakat, sekaligus menjadi langkah nyata menuju Tolikara yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan.[Diskomdigi Tolikara]*

Post View : 80

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *