KARUBAGA[papuani.com]-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolikara dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) menggelar Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) tahun 2024-2025. Kegiatan survei diawali dengan sosialisasi STPB tingkat distrik yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati, Yohanis Mantong, SE di Karubaga, Selasa 25 Februari 2025
Yohanis Mantong saat membacakan sambutan bupati mengucapkan terima kasih kepada pihak UI yang telah meluangkan waktu untuk datang ke Kabupaten Tolikara. Menurutnya, kehadiran perwakilan UI di Tolikara patut diapresiasi karena situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Pegunungan akhir-akhir ini kurang kondusif yang diwarnai aksi pemalangan jalan.

“Terima kasih kepada Ibu Hendri Hartati sebagai perwakilan dari Pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia, yang telah meluangkan waktu jauh-jauh untuk datang di daerah kami. Apalagi akhir-akhir ini situasi politik belum menentu dan berbagai kejadian pemalangan jalan. Tapi kami kira ini kegiatan yang sangat penting sehingga kehadiran ibu kami sangat harapkan, selamat datang ibu di daerah Nawi Arigi,” ucapnya.
Menurut Yohanis Mantong, Pemerintah Kabupaten Tolikara sangat mendukung rangkaian kegiatan survei tepadu biologis dan perilaku, yang berkaitan dengan penanggulan penyakit HIV dan IMS. Sebagaimana diketahui kasus HIV/AIDS dan IMS terus bertambah dari tahun ke tahun terutama di Tanah Papua dan di daerah Tolikara.

“Masalah ini perlu ditangani oleh lintas sektor, semua harus mengambil peranan dalam penanggulangan HIV/IMS ini. Bukan Hanya dinas Kesahatan tetapi mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, pihak Gereja, toko masyarakat dan keamanan harus bersatu padu menangani penyakit HIV dan IMS ini. Dengan memahami penyakitnya, mengetahui cara penularan dan pencegahannya dan difasiltasi oleh layanan kesehatan untuk pemeriksaan dan pengobatannya,” ujarnya.
Yohanis Mantong juga mengatakan, sangat berbangga Kabupaten Tolikara menjadi salah satu basic sampel untuk kegiatan STBP di Tanah Papua. Dari 8 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Pegunungan, hanya Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Tolikara yang ikut berpartisipasi. Ia berharap kepada para kepala kampung dan kepala distrik untuk mendukung kegiatan STBP.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, sampaikan kepada masyarakat bahwa akan ada tim survei yang akan datang ke rumah, mohon diterima dengan baik, dengarkan apa menjadi tujuan kedatangan dan diharapkan dapat menjadi responden. Kami berharap dari hasil penelitian ini dapat menghasilkan data yang akurat dan menjadi dasar bagi kami dalam mengambil kebijakan untuk kesehatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Tolikara,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Yohanis Mantong juga mengatakan bahwa pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah usai dan Kabupaten Tolikara telah memiliki bupati dan wakil bupati definitif. Ia mengajak seluruh kepala distrik dan kepala kampung untuk mendukung visi misi bapak Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda.
“Pada tanggal 20 Februari 2025 kita sudah mempunyai bupati dan wakil bupati defenitif. Saya mengajak kita semua untuk mendukung visi dan misi bapak bupati demi terwujudnya Kabupaten Tolikara yang aman, damai dan sejahtera,” tutup Yohanis Mantong.[Diskominfo Tolikara]






