JAYAPURA[papuani.com]-Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal, Penjabat (Pj) Bupati Tolikara, Marthen Kogoya, SH.,M.AP berharap wilayah Papua Pegunungan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Kota Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan selama 2 hari (17 – 19 Juli 2024).
“Harapan kami Pemerintah Daerah, dengan adanya kunjungan bapak Menteri Desa PDTT dan melihat secara langsung seperti apa kondisi kami di Provinsi Papua Pegunungan di delapan (8) Kabupaten, ada kebijakan-kebijakan yang pro kepada kami untuk membangun kesejahteraan, khususnya rakyat di Papua Pegunungan,” ucap Pj Bupati Marthen Kogoya kepada Media, Jumat 19 Juli 2024.

Menurutnya, daerah Papua Pegunungan yang terdiri dari beberapa kabupaten masih tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Taraf hidup masyarakat di daerah ini tergolong rendah sehingga perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.
“Daerah Papua Pegunungan termasuk daerah terluar dan terbelakang. Banyak masyarakat kita yang belum hidup secara layak sehingga perlu ada perhatian dari Pemerintah Pusat untuk membangun masyarakat kita,” jelas Pj Bupati Marthen Kogoya.

Seperti diketahui, Rakornas Kemendes PDTT dibuka secara langsung oleh Menteri Desa PDTT, A. Halim Iskandar dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.PA bersama para Kepala Daerah, di Aula Kantor Bupati Jayawijaya Rabu 17 Juli 2024. Rakornas tersebut merupakan bagian dari penguatan kebijakan dan program afirmatif untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal dalam RPJMN 2025-2029.
Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT, A. Halim Iskandar mengatakan tujuan Provinsi Papua Pegunungan menjadi tuan rumah Rakornas yaitu daerah ini menjadi bagian dalam substansi kebutuhan atau prioritas utama pembangunan Pemerintah Pusat. Untuk itu ia berharap, Rakornas tersebut bisa menghasilkan keputusan-keputusan penting yang berdampak pada percepatan pembangunan daerah tertinggal.
Sementara itu, (Pj) Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.PA dalam sambutannya menekankan beberapa hal penting antara lain, pentingnya strategi besar afirmasi untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal di dalam RPJMN 2025 – 2029. Ia juga mengusulkan afirmasi sektoral dan skema afirmasi pembiayaan daerah tertinggal sesuai konteks wilayah hingga tingkat kemahalan.[Diskominfo Tolikara]*






