KARUBAGA[papuani.com]-Guna meningkatkan semangat pelayanan dan penginjilan, Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli menggelar Konferensi XI selama 4 hari (11 – 14 Juni 2024), bertempat di Aula Klasis Wunin Distrik Wunin Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pengunungan.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Presiden Pdt. Dorman Wandikbo, S.Th yang ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada 2 (dua) orang peserta, Selasa 10 Juni 2024.

Seluruh rangkaian acara Konferensi XI GIDI Wilayah Toli berada di bawah tema: Gembalakanlah Domba-Domba-Ku (Yoh. 21:15 – 17) dan sub tema: Melalui Konferensi, Mari Kita Memiliki Hati Yesus untuk Mengasihi, Melayani, dan Mengajar”.
Ibadah pembukaan Konferensi berlangsung hikmat dan meriah dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Tolikara, Marthen Kogoya, SH.,M.AP, Kapolres Tolikara AKBP Irianto Johni, Dandim Tolikara Letkol Inf. Justus B. Mara, Anggota DPR RI Willem Wandik, anggota Forkopimda, para Hamba Tuhan dan anggota Jemaat serta tamu undangan.

Sesuai tema Konferensi, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo dalam khotbahnya mengajak para Hamba Tuhan untuk menggembalakan domba-dombanya (Jemaat) dengan baik. “Para Hamba Tuhan harus selalu fokus pada pelayanan sebagai seorang hamba, memperhatikan setiap Jemaat dengan tertib dan sungguh-sungguh di dalam Firman Tuhan,” ucap Pdt. Dorman Wandikbo.
Pdt. Dorman Wandikbo mengucapkan syukur dan terima kasih kepada para orangtua dari Wilayah Toli yang telah menginjili beberapa daerah di Papua sehingga orang percaya Tuhan Yesus dan bisa masuk Surga.

“Saya menjadi Presiden Gereja selama dua periode hasil penginjilan orangtua. Sebentar lagi pada pemilihan bulan ini, jabatan saya akan berakhir tetapi saya percaya hamba yang akan Tuhan Allah angkat nanti akan Tuhan Allah pakai untuk memimpin jemaat besar ini,” tutur Pdt. Dorman Wandikbo.
Sementara itu, Pj Bupati Tolikara, Marthen Kogoya, SH.,M.AP dalam sambutannya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena semua yang terjadi ini (Konferensi) sesuai rencana dan campur tangan Tuhan.

“Kalau Tuhan Yang Maha Kuasa tidak berkenan tidak mungkin kita berada seperti saat ini,” ucap Pj Bupati Marthen Kogoya.
Pj Bupati Marthen Kogoya memberikan apresiasi tinggi kepada para hamba Tuhan, Pendeta, Evangelis, Gembala Jemaat, Pengurus Klasis dan Pengurus Wilayah serta BPP GIDI Pusat yang setia melayani Tuhan, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan di daerah-daerah tersulit di Papua.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada hamba-hamba Tuhan karena dengan berbagai keterbatasan setia melayani Tuhan,” ujarnya.
Selanjutnya, Pj Bupati Marthen Kogoya memberikan beberapa masukan penting dalam rangka memperkuat dan meningkatkan pelayanan bagi Jemaat GIDI Wilayah Toli. Menurutnya, berdasarkan pengamatan selama ini, ada beberapa hal penting yang perlu dikoreksi dan dievaluasi bersama.

“Pertama, sesuai tema konferensi wilayah Toli saat ini: “Gembalakanlah Domba-domba-Ku”, kita hamba-hamba Tuhan dituntut untuk menggembalakan Jemaat dengan sungguh-sungguh, menasehati dan menegur serta mengarahkan Jemaat untuk selalu takut akan Tuhan Allah dengan menaati perintah-Nya,” kata Pj Bupati Marthen Kogoya.
“Hamba-hamba Tuhan harus siapkan makanan rohani dengan sungguh-sungguh, supaya Jemaat tidak mudah terpengaruh atau tergoda dengan keinginan-keinginan duniawi yang membuat kita berdosa dan binasa,” sambungnya.

Pj Bupati Marthen Kogoya menambahkan, Gereja GIDI harus memperkuat pendidikan mulai dari usia dini dan remaja hingga ke tingkat dewasa. Penggemblengan harus sesuai Firman Tuhan agar ke depan anak-anak bertumbuh dengan memiliki moral atau akhlak yang baik.
“Saat ini era sudah sangat maju, perkembangan teknologi dan digitalisasi sudah maju semua, kita hadapi dengan memiliki moral dan iman yang kuat,” terangnya.

Pj Bupati Marthen Kogoya juga menegaskan pentingnya sinergitas Gereja dan Pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanannya masing-masing. Kedua belah pihak saling membutuhkan dalam melengkapi berbagai kekurangan.
“Pemerintah butuh pembinaan moral kepada setiap warga, supaya dalam semua pelayanan dapat dijalankan sesuai aturan dan disiplin yang tinggi. Indikasi korupsi, nepotisme, dan kolusi pasti menurun. Sebaliknya, Gereja juga butuh akses umum untuk bisa bermanfaat bagi semua warga,” ujar Pj Bupati Marthen Kogoya.
Ketua panitia Konferensi XI GIDI Wilayah Toli, Aron Wanimbo dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara terutama Pj Bupati Marthen Kogoya yang telah memberikan dukungannya, antara lain untuk penyelesaian pembangunan Aula Klasis Wunin, pelaksanaan konferensi, dan kegiatan sidang raya GIDI di Jayapura yang dipadukan dengan peresmian Kantor BPP Pusat di Telaga Ria Sentani.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada semua Kader GIDI yang bekerja baik pada lembaga Pemerintah maupun swasta yang telah membantu menyukseskan Konferensi GIDI Wilayah Toli.
Pada kesempatan yang sama, Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Marthen Jinga, S.Th dalam sambutannya juga mengucap syukur kepada Tuhan. Menurutnyaa, karena rencana Allah Pencipta alam semesta sehingga kegiatan konferensi digelar dihadiri Presiden GIDI, Penjabat Bupati Tolikara, Kapolres Tolikara, Dandim Tolikara dan para kader GIDI.
Pdt. Marthen Jinga juga mengatakan, Gereja GIDI berkembang dengan pesat, mula-mula 70 jemaat kemudian berkembang hingga sekarang menjadi 313 jemaat yang tersebar di Wilayah Toli.
Seperti diketahui, Konferensi XI GIDI Wilayah Toli membahas banyak agenda terkait pelayanan dan penginjilan. Pada kesempatan yang sama juga akan dilakukan pemilihan Ketua Wilayah Toli, dan pengajukan nama calon Presiden GIDI untuk dipilih pada Sidang Raya di Jayapura.(Diskominfo Tolikara)*












