KARUBAGA[papuani.com]–Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas Negeri Papua (Unipa), melakukan survei calon lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kampung Yiyogobak, Distrik Biuk, pada Kamis, 10 Juli 2025.
Survei ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolikara, Elius Enembe, dengan dukungan teknologi drone untuk pemetaan dan analisis topografi.

Dalam keterangannya, Kadis Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan survei di berbagai wilayah, termasuk Minagi, Biuk, Geya, Lianogoma, Kuari, hingga Karubaga. Namun, sebagian besar lokasi tersebut tidak memenuhi syarat karena berada di kawasan pemukiman, memiliki struktur tanah yang labil, atau tidak sesuai dengan standar lingkungan.
“Survei di Kampung Yiyogobak ini merupakan langkah lanjutan untuk menemukan lokasi yang benar-benar layak. Kami menunggu hasil kajian teknis dari Tim Ahli Unipa. Jika lokasi ini dinyatakan memenuhi syarat, maka pembangunan TPA akan segera dilaksanakan,” ujar Elius Enembe.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan TPA yang representatif, mengingat selama 23 tahun berdirinya Kabupaten Tolikara, belum ada fasilitas pembuangan sampah yang memadai. Kondisi ini menyebabkan tumpukan sampah tersebar di pinggir jalan, sungai, dan ruang terbuka, yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.
“Sudah saatnya kita memiliki TPA sendiri yang dikelola dengan baik dan ramah lingkungan. Kami terus berkomitmen menuntaskan persoalan sampah dengan mencari lokasi yang ideal dan melibatkan para ahli,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Ahli Unipa dalam pemaparannya kepada masyarakat menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang bersih dan terstruktur sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan serta mendukung pembangunan daerah. Apabila lokasi di Yiyogobak layak dibangun TPA, maka manfaatnya akan mencakup peningkatan infrastruktur, kebersihan lingkungan, dan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
“TPA ini bukan sekadar tempat pembuangan sampah, tetapi langkah besar menuju perubahan. Ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Kabupaten Tolikara dalam membangun masa depan yang lebih bersih dan sehat,” ujar salah satu perwakilan tim ahli Unipa.

Masyarakat pun menyambut baik inisiatif ini. Seorang tokoh intelektual lokal menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah dan tim akademisi yang telah turun langsung ke lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah konkret yang diambil Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perumahan. Selama ini pengelolaan sampah belum menjadi perhatian utama. Kini, dengan keterlibatan tim ahli, kami optimis akan ada perubahan nyata,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Tim Unipa, serta dukungan dari tokoh gereja, kepala kampung, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam proses survei ini.
Masyarakat berharap hasil survei ini dapat menjadi dasar ilmiah yang kuat untuk pembangunan TPA yang aman, berkelanjutan, dan menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu di Tolikara. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh warga untuk memulai pengelolaan sampah dari rumah tangga masing-masing, sejalan dengan visi misi membangun Tolikara yang bersih, sehat, dan maju.[Diskominfo Tolikara]*









