KARUBAGA[papuani.com]-Respon cepat musibah kebakaran rumah dan kios yang melanda Kabupaten Tolikara pada Rabu (28/1/2026), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolikara langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Langkah ini diambil untuk memitigasi dampak kesehatan serta psikologis bagi para korban terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, Elius Enembe, S.Kes., M.Kes, memimpin langsung pertemuan darurat tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam situasi krisis seperti ini, keselamatan dan keberlanjutan pelayanan publik adalah harga mati.

Dalam pertemuan tersebut, Dinkes Tolikara resmi membentuk Tim Penanganan Kesehatan Korban Kebakaran. Tim ini memiliki tiga mandat utama dalam menjalankan tugasnya di lapangan yakni:
- Pelayanan Medis: Memberikan penanganan darurat dan perawatan lanjutan bagi korban luka maupun yang mengalami gangguan pernapasan.
- Dukungan Psikososial: Menyediakan pendampingan untuk memulihkan trauma (trauma healing) bagi para korban.
- Pemantauan Berkala: Melakukan pengawasan kesehatan secara rutin guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.
“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir. Fokus kami bukan hanya luka fisik, tapi juga mental masyarakat dan tenaga kesehatan kita yang terdampak,” ujar Elius Enembe.
Dampak kebakaran ini juga menyasar sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di wilayah tersebut. Menanggapi hal itu, Elius mengambil kebijakan diskresi dengan memanfatkan rumah dinas yang kosong sebagai hunian sementara bagi para nakes yang kehilangan tempat tinggal.

Kebijakan ini diambil agar para nakes tetap memiliki tempat tinggal layak, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum tidak terganggu dan tetap berjalan optimal.
Dinas Kesehatan berharap langkah solutif ini dapat mempercepat pemulihan kesejahteraan para korban. Peristiwa ini menjadi momentum bagi seluruh elemen di Tolikara untuk saling bahu-meneru dalam menghadapi krisis.
“Doa dan kerja bersama adalah kekuatan utama Tolikara untuk bangkit kembali,” pungkasnya.[Diskomdigi Tolikara]*






