Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan, Pemda Tolikara Gelar Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

JAYAPURA[papuani.com]–Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tolikara secara resmi menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja dan Uji Kompetensi bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor BKN Jayapura, Kamis (19/02/2026). Agenda strategis ini diikuti oleh 13 pejabat struktural, yang terdiri dari 10 pejabat mengikuti uji kompetensi dan 3 pejabat mengikuti evaluasi kinerja.

Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos dalam sambutanya mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara melalui beberapa surat persetujuan, baik terkait evaluasi kinerja maupun uji kompetensi terhadap Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Menurutnya, persetujuan tersebut menjadi dasar hukum sekaligus legitimasi bahwa langkah yang kita tempuh hari ini telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berbasis sistem merit,” ucap Bupati Willem Wandik dalam sambutan saat membuka kegiatan Evaluasi Kinerja dan Uji Kompetensi, didamping Wakil Bupati Yotam Wonda, SH.,M.Si

Bupati mengatakan, uji kompetensi dan evaluasi kinerja merupakan instrumen strategis untuk mengukur kesesuaian kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural pejabat dengan jabatan yang diemban, menilai capaian kinerja berdasarkan target yang telah ditetapkan, serta menjadi dasar objektif dalam pembinaan, pengukuhan, rotasi, maupun penempatan jabatan..

“Sebagai Bupati Tolikara, saya memikul tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa setiap jabatan strategis di daerah ini diisi oleh figur yang berintegritas, berkapasitas, serta memiliki loyalitas penuh kepada kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Bupati Willem Wandik menjelaskan, sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen resmi RPJMD Kabupaten Tolikara Tahun 2025-2029, Pemerintah Kabupaten Tolikara memantapkan Misi Keenam, yaitu “Menciptakan Pelayanan Publik yang Berkualitas melalui Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.”

Misi ini menegaskan komitmen Pemda Tolikara untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel melalui reformasi birokrasi yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas aparatur, serta penerapan prinsip-prinsip good governance (praktik pemerintahan yang baik) secara konsisten.

“Untuk memperkuat kelembagaan pemerintahan daerah, kami memprioritaskan penataan struktur perangkat daerah yang efektif dan efisien, sekaligus menyelaraskan seluruh kebijakan daerah dengan kebijakan nasional. Pemerintahan yang kuat tidak hanya dibangun oleh regulasi yang baik, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia aparatur yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut bupati, peningkatan kapasitas dan profesionalitas ASN menjadi fokus utama melalui pelatihan berkelanjutan, pendidikan, sertifikasi kompetensi, serta penegakan kode etik dan disiplin secara tegas dan berkeadilan. ASN Tolikara harus menjadi agen perubahan, bukan sekadar pelaksana rutinitas administrasi.

Sejalan dengan itu, pihaknya terus mendorong pengembangan sistem pelayanan publik terus melalui penyederhanaan prosedur pelayanan, simplifikasi/penyederhanaan SOP, serta percepatan digitalisasi layanan agar masyarakat dapat mengakses pelayanan pemerintah dengan mudah, cepat, dan transparan.

“Pengalaman pelaksanaan program pembangunan dan pengelolaan anggaran sepanjang Tahun 2025, serta penyempurnaan postur APBD Tahun 2026, telah membuka mata kita bahwa masih terdapat banyak pekerjaan rumah dalam tata kelola pemerintahan daerah,” ujarnya.

Bupati menegaskan, rendahnya efektivitas perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga pertanggungjawaban anggaran pada sebagian OPD menjadi sinyal kuat bahwa pembenahan birokrasi tidak bisa lagi ditunda (ini menjadi point harga mati dalam Pemerintahan Wilyon di Tanah Injil Tolikara, yang ia pimpin untuk suksesi Pembangunan hingga 2029 mendatang).

Kondisi inilah yang mendorong Pemda Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur dalam melakukan pembinaan serta percepatan regenerasi pejabat, baik pada level Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama maupun Pejabat Administrator.

“Bahkan dengan kerendahan hati, kami bolak-balik menyurati BKN untuk mempercepat proses evaluasi dan uji kompetensi ini, semata-mata demi mengejar ketertinggalan pembangunan daerah dan memastikan jabatan strategis diisi oleh figur yang benar-benar kompeten,” imbuhnya.

Bupati juga mengatakan, harus disadari bahwa Pemerintah Pusat kini semakin ketat mengawasi tata kelola administrasi daerah. Setiap kelemahan dapat berimplikasi pada penundaan, pengurangan, bahkan pemangkasan dana transfer ke daerah. Oleh sebab itu, kunci keberhasilan Tolikara ke depan adalah menyiapkan tim kerja (TEAM WORK) yang solid, handal, dan adaptif, yang memenuhi standar kompetensi nasional serta mampu mengelola program secara profesional dan patuh regulasi.

Melalui kegiatan Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja ini, Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tolikara sedang membangun birokrasi berbasis kinerja, kompetensi, dan integritas. Tidak ada lagi ruang bagi jabatan tanpa kapasitas, dan tidak ada toleransi terhadap kinerja yang stagnan.

Bupati berharap seluruh peserta mengikuti proses ini dengan sikap terbuka, profesional, dan penuh tanggung jawab. Jadikan momentum ini sebagai refleksi atas capaian yang telah diraih, kekurangan yang perlu diperbaiki, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Ia juga menekankan kepada Panitia Seleksi agar bekerja secara objektif dan transparan, kepada BKPSDM agar memastikan seluruh tahapan administrasi dan pelaporan berjalan tepat waktu, serta kepada seluruh peserta agar menunjukkan dedikasi terbaik sebagai pemimpin birokrasi di Kabupaten Tolikara.

“Akhirnya, mari kita jadikan kegiatan ini sebagai tonggak penting reformasi birokrasi Tolikara, demi terwujudnya pemerintahan yang profesional, bersih, berdaya saing, dan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” kata Bupati Willem Wandik sekaligus membuka kegiatan didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda.

Sementara itu, Sekda Papua Pegunungan, Wasuok Demianus Siep dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan dari Tolikara. Ia berharap seluruh rangkaian proses, baik uji kompetensi maupun evaluasi, dapat diselesaikan secara efisien.

“Harapan kami, kalau boleh hari ini sampai malam kita bisa selesaikan dua kegiatan ini. Kita mulai dari uji kompetensi yang berjumlah 10 orang, baru kemudian dilanjutkan dengan 3 orang untuk evaluasi kinerja. Jika tidak tuntas hari ini, maka seleksi evaluasi akan kita lanjutkan besok pagi,” jelas Sekda Papua Pegunungan.

Berdasarkan data teknis, Peserta Uji Kompetensi terdiri dari: Sekda, Asisten 1, Asisten 2, Asisten 3, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perindagkop, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PTSP, dan Kepala BPKAD. Peserta Evaluasi Kinerja terdiri dari: Kepala Badan Pengembangan Kepegawaian SDM (BKPSDM), Kepala Dinas Komunikasi dan Digital (Diskomdigi) dan Kepala Dinas Perpustakaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi objektif bagi Pansel untuk diserahkan kepada Bupati sebagai dasar pembinaan, rotasi, maupun pengukuhan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolikara.[Diskomdigi Tolikara]*

Post View : 1099

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *