Wasuok Siep: Program Kesehatan Papua Pegunungan Harus Berbasis Data dan Kebutuhan Masyarakat

Wamena[papuani.com]-Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan pentingnya sinkronisasi program, penguatan koordinasi, dan penggunaan data yang akurat dalam mempercepat pembangunan sektor kesehatan di delapan kabupaten. Program kesehatan tidak boleh hanya disusun berdasarkan keinginan, tetapi harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat hingga ke wilayah terpencil.

Penegasan tersebut disampaikan Asisten I Provinsi Papua Pegunungan, Wasuok Demianus Siep, saat mewakili Gubernur dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Percepatan Transportasi Menuju Papua Pegunungan Sehat, Mandiri dan Berdaya Saing”. Rakerkesda dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya, para kepala dinas kesehatan dari delapan kabupaten atau perwakilannya, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, para kepala bidang, pejabat eselon III dan IV, serta jajaran tenaga kesehatan dari tingkat provinsi dan kabupaten.

Dalam arahannya sebelum membacakan sambutan Gubernur, Wasuok menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten merupakan faktor penting untuk memastikan seluruh program pembangunan kesehatan berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah provinsi memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan, memfasilitasi kebutuhan daerah, serta memperjuangkan program prioritas yang dibutuhkan masyarakat di delapan kabupaten.

“Koordinasi ini penting. Provinsi sebagai pengambil kebijakan, terutama di bidang kesehatan, tentu perlu melakukan koordinasi. Bagaimana kita menyatukan program kesehatan di bidang pelayanan dasar dan menyinkronkan setiap program yang ada di kabupaten,” ujar Wasuok.

Ia menegaskan bahwa setiap program yang dirancang pemerintah harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan administratif.

“Sentuhan program dari provinsi mesti dirasakan oleh masyarakat di delapan kabupaten. Itu penting dilakukan karena apa yang kita buat hari ini adalah untuk generasi kita yang akan datang,” tegasnya.

Tekankan Pentingnya Data dalam Perencanaan

Selain koordinasi, Wasuok memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pendataan yang akurat sebagai dasar penyusunan program dan pengambilan kebijakan pembangunan kesehatan.

Ia mengingatkan seluruh jajaran dinas kesehatan agar tidak hanya mengandalkan laporan di atas kertas, tetapi melakukan pendataan langsung untuk mengetahui kondisi riil masyarakat serta kebutuhan pelayanan kesehatan di setiap wilayah.

Menurutnya, data yang akurat menjadi kekuatan pemerintah daerah dalam memperjuangkan dukungan anggaran dan program pembangunan kepada pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa hanya berbicara di atas kertas, tetapi harus berdasarkan data manusia. Bicara sehebat apa pun tanpa didukung data, orang bilang itu omong kosong. Kita meminta anggaran dan berjuang di Jakarta, tetapi kalau tidak didukung dengan data, hasilnya juga bisa sia-sia,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta para kepala dinas kesehatan dari delapan kabupaten memperkuat koordinasi dan sinkronisasi agar pemerintah provinsi dapat memfasilitasi serta memperjuangkan kebutuhan program prioritas secara tepat sasaran.

Wasuok juga mengingatkan agar penyusunan program pembangunan tidak didasarkan pada keinginan pribadi atau kepentingan pejabat tertentu. Setiap kebijakan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan kondisi daerah.

“Program itu tidak berdasarkan keinginan, tetapi berdasarkan kebutuhan. Pelaksanaan program harus berdasarkan kebutuhan daerah,” katanya.

Ia berharap kegiatan koordinasi dan sinkronisasi seperti Rakerkesda dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan diprogramkan secara rutin setiap tahun pada bidang-bidang tertentu. Dengan demikian, kolaborasi pembangunan kesehatan dapat semakin kuat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi Papua Pegunungan.

Gubernur Soroti Tantangan Pelayanan Kesehatan

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Pegunungan yang dibacakan Wasuok, disampaikan bahwa pembangunan kesehatan di Papua Pegunungan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis yang sulit, keterbatasan akses transportasi, ketersediaan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga pemerataan obat-obatan dan peralatan medis.

Meski demikian, berbagai tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, diperlukan komitmen bersama untuk menyatukan langkah dan mencari solusi konkret agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Gubernur juga berharap Rakerkesda tidak hanya menjadi kegiatan rutin untuk membahas program dan menyampaikan laporan, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai forum evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan program kesehatan.

Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui capaian yang telah diperoleh, mengidentifikasi berbagai kekurangan, serta merumuskan langkah perbaikan untuk pelaksanaan program pada tahun berikutnya.

Kepada seluruh kepala dinas kesehatan dari delapan kabupaten, Gubernur mengharapkan koordinasi dan kerja sama yang semakin kuat agar setiap program kesehatan berjalan selaras, saling mendukung, dan tidak tumpang tindih.

“Jangan sampai program kesehatan berjalan sendiri-sendiri,” demikian pesan Gubernur Papua Pegunungan dalam sambutan tertulisnya.

Dinkes Dorong Lima Prioritas Pembangunan Kesehatan

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya, menegaskan bahwa Rakerkesda merupakan forum penting untuk mengevaluasi program kesehatan, menyelaraskan kebijakan, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Ia menyampaikan lima hal yang harus menjadi perhatian bersama seluruh jajaran kesehatan, yakni peningkatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, percepatan penurunan stunting dan pengendalian penyakit menular, pemerataan tenaga kesehatan dan peningkatan mutu pelayanan, penguatan perencanaan berbasis data, serta tindak lanjut hasil Rakerkesda.

Dalam peningkatan pencapaian SPM, seluruh kabupaten diminta mengevaluasi indikator pelayanan kesehatan, memperbaiki kualitas data, dan menyusun langkah konkret untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Untuk mempercepat penurunan stunting dan pengendalian penyakit menular, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan kesehatan balita, serta penanggulangan tuberkulosis (TBC), malaria, HIV, dan penyakit lainnya perlu terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Selain itu, kebutuhan tenaga kesehatan harus dipetakan secara baik. Fasilitas pelayanan kesehatan juga harus berfungsi optimal, sementara ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis perlu terus diperhatikan, terutama untuk mendukung pelayanan di daerah terpencil.

Titus turut menekankan bahwa setiap program kesehatan harus direncanakan berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat, dilaksanakan sesuai ketentuan, serta berorientasi pada hasil dan manfaat nyata.

Ia berharap setiap kabupaten menghasilkan komitmen dan rencana tindak lanjut yang jelas, dilengkapi target pencapaian, penanggung jawab, serta waktu pelaksanaan agar seluruh program dapat dipantau dan dievaluasi bersama.

“Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh pihak. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan tanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan program kesehatan,” ujar Titus.

Melalui Rakerkesda Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Kesehatan berharap terbangun kesamaan arah kebijakan dan komitmen antara pemerintah provinsi dengan delapan pemerintah kabupaten.

Dengan koordinasi yang kuat, perencanaan berbasis data, serta pelaksanaan program sesuai kebutuhan masyarakat, pembangunan kesehatan di Papua Pegunungan diharapkan semakin terarah dan merata, sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat hingga pelosok daerah.

Rakerkesda 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menghadirkan langkah nyata dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan demi mewujudkan Papua Pegunungan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. [Diskominfosantik-Papua Pegunungan]*

Post View : 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *