KARUBAGA[papuani.com]-Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan Feri Kogoya,SH.,M.KP mengatakan, Kabupaten Tolikara merupakan wilayah yang rawan banjir dan longsor. Curah hujan dengan intensitas tinggi pada musim penghujan melanda Tolikara sejak 5 Februari 2023 hingga saat ini menyebabkan banjir dan tanah longsor serta menyebabkan kerusakan pada perumahan warga dan infrastruktur di Distrik Numba, Distrik Karubaga, Distrik Kai, Distrik Kondaga, Distrik Geya, Distrik Goyage, Distrik Kembu, Distrik Bokondini dan Distrik Wenam.

“Tolikara merupakan kabupaten rawan bencana alam. Banjir disertai longsor rutin melanda daerah ini. Selain bersama para staf terjun langsung di lapangan membantu menyelamatkan warga atau mengevakuasi harta benda, kami juga terus bekerja keras mengajak semua pihak terlibat aktif mencari jalan keluar melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir” ujar Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya kepada media, Kamis 19 September 2024.
Menurut Feri Kogoya, pasca banjir menerjang sejumlah wilayah sejak Februari 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara dan BPBD setempat memberikan perhatian terkait bencana itu. Pemkab dan BPBD Tolikara juga tengah mencari jalan keluar guna penanganan kerusakan jalan Ampera – Kolengger Tagalampaga di Distrik Karubaga, jalan Yugumenal – Longgoboma di Distrik Numba, jalan Karubaga – Wunin – Bokondoni di Distrik Karubaga. Selain jalan, Pemkab Tolikara juga mengupayakan penanganan bangunan Talud Kali Kurage di Distrik Karubaga, Drainase Kolengger di Distrik Karubaga, dan Bronjong Kali Leina di Distrik Karubaga.
Saat musim hujan dengan intensitas tinggi, tempat tinggal warga selalu berada dalam intaian terjangan banjir disertai longsor. Ancaman tersebut sangat terbuka akibat diperparah mampetnya sungai akibat tak mampu menahan debit air. Rumah-rumah warga khususnya di kampung Tingwi Distrik Numba dan Kampung Kota Baru Distrik Karubaga kerap terendam.
“Proses rehabilitasi dan rekonstruksi butuh keseriusan melalui dukungan anggaran bersumber dari APBD Tolikara. Namun, tentu Pemkab Tolikara tidak mampu jalan sendiri tetapi perlu sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, stakeholder terutama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun Badan Penanggulangan Bencana Nasional Republik Indonesia” kata Kepala BPBD Kabupaten Tolikara.[Diskominfo Tolikara]












