JAYAPURA[papuani.com]-Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen RI, Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.A.P berkunjung ke Kantor Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Mamberamo Raya di Entrop Jayapura pada Selasa (3/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung aktivitas perkantoran sekaligus menyerap aspirasi dari aparatur di daerah.
Kehadiran Direktur Urusan Agama Kristen disambut hangat dan dilanjutkan dengan rapat yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Mamberamo Raya, Fransina Dimara, S.PAK.,M.Pd.K, didampingi Kasubag Tata Usaha, Gatot Aryoko, bersama Kepala Seksi Urusan Kristen, Isak Semuel Masoka, Kepala Seksi Bimas Islam, Imron Rosadi, dan Kepala Penyelenggara Bimas Katolik, Hermanus Harun Liwun.

Mengawali pertemuan, Kasubag Tata Usaha, Gatot Aryoko menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan bapak Direktur Urusan Agama Kristen untuk meninjau langsung kondisi di lapangan, di tengah agenda kunjungan kerja yang padat di Provinsi Papua.
“Kami sangat berterima kasih, bapak Direktur Urusan Agama Kristen berkenan hadir di kantor kami, di tengah kesibukan kunjungan kerja di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua,” ucap Kasubag Tata Usaha Gatot Aryoko saat membuka acara pertemuan.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Mamberamo Raya, Fransina Dimara menggambarkan tentang tugas pelayanan pemerintah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Ia juga menyampaikan beberapa kebutuhan mendesak masyarakat diantaranya, pembangunan Sekolah Menengah Pertama Teologia Kristen (SMPTK) dan Sekolah Menengah Teologia Kristen (SMTK) serta perbaikan Gereja di Distrik Waropen Atas Kabupaten Mamberamo Raya.
“Harapan masyarakat di sana, Kementerian Agama bisa menolong mereka bangun sekolah dan bangun Gereja yang kondisinya saat ini sudah rusak,” ucap Fransina Dimara.

Pada kesempatan yang sama, para Kepala Seksi menyampaikan beberapa hal antara lain, minimnya anggaran berdampak pada lesunya kegiatan Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) di tingkat kabupaten. Hal ini menyebabkan partisipasi kontingen Mamberamo Raya di tingkat provinsi maupun nasional belum mampu mencapai hasil yang optimal. Untuk itu sangat dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat untuk penguatan Pesparawi.
Juga disampaikan bahwa kondisi geografis Mamberamo Raya yang didominasi aliran sungai menjadi hambatan utama bagi para penyuluh agama. Saat ini, pelayanan masih terpusat di ibu kota kabupaten, yakni Kasonaweja dan Burmeso. Petugas kesulitan menjangkau distrik-distrik terpencil karena keterbatasan sarana transportasi air. Sangat dibutuhkan bantuan perahu cepat (speed) untuk mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan.
Kunjungan Direktur Urusan Agama Kristen ini diharapkan menjadi angin segar bagi pembangunan infrastruktur pendidikan dan perbaikan fasilitas penunjang keagamaan di Kabupaten Mamberamo Raya.
Menanggapi laporan tersebut, Direktur Urusan Agama Kristen, Luksen Jems Mayor menyatakan akan menampung seluruh aspirasi dan kendala yang dihadapi oleh Kemenag Mamberamo Raya untuk dibahas di tingkat pusat.
“Seluruh persoalan ini kami tampung untuk dibawa ke pusat. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti kendala-kendala yang ada dengan tetap memperhatikan skala prioritas pembangunan,” ujarnya.
Kunjungan yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk sinergi antara pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan keagamaan di Papua.*






