Kakankemenag Mamberamo Raya Survey Lokasi Rencana Pembangunan SMPTK dan SMTK di Kampung Bariwaru Distrik Waropen Atas

JAYAPURA[papuani.com]-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Mamberamo Raya, Fransina Dimara, S.Pd.,M.Pd.K didampingi Kepala Seksi Urusan Agama Kristen, Isak Samuel Masoka, S.Pd.K, dan Bendahara Hartini Ellu, S.Sos melakukan survey lokasi rencana pembangunan Sekolah Menengah Pertama Teologia Kristen (SMPTK) dan Sekolah Menengah Teologia Kristen (SMTK)  di Distrik Waropen Atas Kabupaten Mamberamo Raya.

Rombongan bertolak dari Jayapura pada Kamis (23/10/2025) menggunakan kapal Pelni dan disambut Kepala Kantor dan Kasubag Kemenag Kabupaten Yapen Waropen dan utusan masyarakat di pelabuhan Serui pada Jumat (24/10/2025). Selanjutnya, rombongan bersama masyarakat bertolak ke Distrik Waropen Atas menggunakan speedboat selama 4 jam.

Survey dilakukan selama 3 hari (24-27/10/2025) ditandai dengan peninjauan lokasi, rapat bersama dan penandatanganan komitmen penyerahan tanah yang dihadiri pemilik hak ulayat, sekretaris distrik, kepala kampung, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, TNI-Polri dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pembangunan lembaga pendidikan Teologia tingkat menengah yang digagas Kepala Kantor Kementerian Agama bersama masyarakat Distrik Waropen Atas.

Kakankemenag Mamberamo Raya, Fransina Dimara, S.Pd.,M.Pd.K usai kegiatan survey mengatakan, masyarakat sangat antusias menyambut rencana pembangunan SMPTK dan SMTK di Distrik Waropen Atas, tepatnya di Kampung Bariwaru.

“Pada dasarnya masyarakat setempat menyambut kami dengan baik karena sesuai dengan kebutuhan mereka. Bukti suka cita mereka yaitu mereka menyerahkan tanah seluas 8 hektar untuk pembangunan sekolah,” ujar Fransina Dimara.

Ia menuturkan, lokasi rencana pembangunan sekolah tersebut tergolong daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Sangat memprihatinkan, banyak anak di daerah itu tidak berhasil karena jarak tempuh ke sekolah sangat jauh. Tidak ada fasilitas untuk belajar sehingga anak-anak memilih tinggal di kampung.

Oleh karena itu masyarakat sangat bersemangat, terlebih sekolah yang akan dibangun adalah sekolah berpola asrama. Kelebihan dari sekolah berasrama adalah anak-anak bisa fokus sekolah hingga selesai. Mereka sangat berharap agar Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya dapat bersinergi bersama masyarakat untuk segera mewujudkan pembangunan sekolah.

“Harapan masyarakat agar Kementerian Agama tidak sekedar hanya hadir di sana. Mereka berharap Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan dapat saling mendukung sehingga proses pembangunan segera dilaksanakan. Jika dikehendaki Tuhan sekolah ini bisa hadir, berarti tahun depan tahun ajaran baru, sudah ada pendaftaran siswa baru dan proses KBM sudah mulai berjalan,” tutur Fransina Dimara.

Ia juga mengatakan, mata pelajaran yang akan diajarkan terdiri dari pelajaran Teologi Kristen dan mata pelajaran umum tingkat menengah sehingga setelah tamat, siswa-siswi dapat melanjutkan pendidikan berbagai sekolah tinggi dan universitas.

Rencana selanjutnya setelah survey, menurut Fransina Dimara, pihaknya menyampaikan laporan hasil survey kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Bupati Mamberamo Raya dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya.[hl-kemenagkabmamberamoraya]

Post View : 432

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *