Pemprov Papua Pegunungan Siapkan Bantuan Dana Hibah untuk Perguruan Tinggi, Prioritaskan Kampus Terakreditasi dan Kelas Kerja Sama​

Wamena[papuani.com]-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menyiapkan anggaran bantuan dana hibah pada tahun anggaran 2026 yang ditujukan bagi sejumlah perguruan tinggi. Bantuan ini mencakup kampus-kampus yang berada di wilayah Papua Pegunungan maupun perguruan tinggi di luar wilayah yang menyelenggarakan kelas kerja sama atau paralel di daerah tersebut. 

​Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan, Adi Wetipo, usai rapat koordinasi awal bersama petinggi Universitas Cenderawasih (Uncen) terkait rencana bantuan dana hibah perguruan tinggi oleh Gubernur Papua Pegunungan kepada Uncen Jayapura, Selasa (3/11/2026). 

​Menurut Adi Wetipo, dari total 8 kabupaten dan 12 perguruan tinggi yang ada di wilayah Papua Pegunungan, Gubernur telah menganggarkan bantuan untuk 12 kampus pada tahun ini. Berdasarkan hasil verifikasi pemprov, bantuan tahap awal ini akan diprioritaskan bagi perguruan tinggi yang sudah terakreditasi serta kampus luar domisili yang memiliki kelas kerja sama (paralel) dengan pemerintah daerah di Papua Pegunungan, seperti kerja sama antara Uncen dengan Pemkab Tolikara dan Kabupaten Jayawijaya. 

​”Terdapat sekitar 6 hingga 7 kampus terakreditasi dengan kelas paralel atau kerja sama dengan Pemda di Papua Pegunungan yang masuk dalam daftar penerima bantuan Gubernur dari total sekitar 14 kampus,” ujar Adi.

Ia merinci, dari belasan kampus tersebut, beberapa di antaranya berkedudukan di Wamena, sementara sebagian lainnya berada di luar wilayah Papua Pegunungan namun aktif menjalankan kelas kerja sama di Wamena. 

​Kendati demikian, pihak pemprov menegaskan bahwa besaran nilai bantuan akan disesuaikan dan dibedakan antara kampus yang berdomisili langsung di Wamena dengan kampus yang berstatus kelas kerja sama. 

​Sementara itu, bagi perguruan tinggi yang belum terakreditasi, pemprov belum dapat menyalurkannya pada tahun ini. Adi berharap pihak kampus dapat segera membenahi akreditasi mereka pada tahun ini maupun tahun depan, sehingga pada tahun-tahun berikutnya pemprov dapat memperluas jangkauan bantuan ke kampus-kampus tersebut. 

​Langkah ini, lanjut Adi, merupakan wujud nyata komitmen dan perhatian penuh Gubernur Papua Pegunungan terhadap dunia pendidikan, menyusul alokasi dukungan dana otonomi khusus (Otsus) senilai lebih dari Rp. 20 miliar yang sebelumnya juga telah dikucurkan untuk sektor pendidikan. [Diskominfosantik-Papua Pegunungan]*

Post View : 13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *