Terkendala Jaringan Internet, Hanya 2 SMA di Tolikara Terapkan Ujian Sekolah Berbasis Komputer

KARUBAGA[papuani.com]-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara, Oktovianus Yeimo, SE diwakili Sekretaris Dinas, Remain Gurik, S.Pd secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Sekolah tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Tolikara di halaman SMA Negeri Karubaga, Senin 18 Maret 2024.

Pembukaan ujian diawali dengan upacara bendera disusul penyerahan soal ujian oleh Sekretaris Dinas Remain Gurik kepada Kepala Sekolah SMA Negeri Karubaga, Tiep Jigibalom, S.Pd disaksikan para guru dan siswa-siswi peserta ujian.

Dalam sambutannya, Remain Gurik menyampaikan syukur kepada Tuhan karena atas tuntunan-Nya sehingga siswa-siswi SMA bisa mulai mengikuti ujian. Mengingat kegiatan ini sangat penting dalam menguji kemampuan anak didik, ia berharap proses ujian dapat berjalan aman dan lancar.

“Ujian ini merupakan salah satu tahapan untuk menguji kemampuan siswa-siswi sebelum beranjak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Juga untuk mengukur apakah selama ini anak-anak sudah menguasai pelajaran yang diberikan bapak/ibu guru dengan baik atau tidak. Karena itu saya harap mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan baik dan benar,” ujarnya.

Remain Gurik memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang setia mendidik anak-anak meskipun harus menghadapi banyak tantangan dan kesulitan.

“Saya percaya, jerih payah bapak/ibu guru tanpa tanda jasa ini pasti akan membawah perubahan besar pada 10 sampai 20 tahun mendatang,” tambahnya.

Dikatakan pula, karena kendala jaringan internet dan fasilitas pendukung kurang memadai, tahun ini di Tolikara hanya 2 SMA yang menerapkan USBK, sedangkan beberapa SMA/SMK lainnya melaksanakan ujian berbasis kertas.

“Ada 2 SMA yang akan mengikuti USBK yaitu SMA YPPGI Karubaga dan SMA Yapelin Ob Anggen Bokondini karena fasilitas yang disediakan sekolah sudah memadai. Ada 4 SMA dan 1 SMK mengikuti ujian berbasis kertas karena fasilitas pendukung kurang memadai,” tutur Remain Gurik.

Sementara itu, mewakili seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Tolikara, Kepala Sekolah SMA Negeri Karubaga, Tiep Jigibalom memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara yang terus berjuang memajukan pembangunan bidang pendidikan.

Terkait ujian sekolah yang sedang berlangsung, ia berharap siswa-siswi bisa memperoleh hasil terbaik sesuai dengan kemampuan mereka. Bapak ibu guru telah mendidik mereka selama 3 tahun. Sekarang lulus atau tidak, hal itu kembali kepada anak-anak sendiri.

Sebanyak 111 siswa-siswi SMA Negeri Karubaga belum bisa mengikuti ujian berbasis kamputer karena perangkat pendukung kurang memadai.

“Ujian kali ini anak-anak mengerjakannya dengan kertas. Kami sudah mencoba beberapa komputer yang ada tetapi jaringan internet juga menjadi kendala, baik jarigan dari Telkomsel maupun vsat dari Bakti Kominfo,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMA YPPGI Karubaga, Ardin Enambere, S.Pak mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas lindungan dan penyertaan-Nya sehingga siswa-siswi di sekolahnya bisa mengikuti USBK.

“Mulai tahun 2024 ini, anak-anak siswa bisa mengikuti ujian berbasis komputer. Persiapan kami terbatas tetapi kondisi ini tidak membuat kami patah semangat. Kami mau maju seperti teman-teman kami di pulau Jawa dan lainnya,” kata Ardin Enambere.

Dikatakan pula, peserta USBK SMA YPPGI Karubaga sebanyak 44 orang. Pihaknya melakukan persiapan dua minggu sebelum pelaksanaan ujian. Komputer yang tersedia sebanyak 32 unit, terdiri dari 20 unit bantuan Kementerian Pendidikan, 6 unit disediakan pihak sekolah dan 6 unit merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Tolikara.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Dinas Pendidikan karena semua usulan kita selalu ditanggapi dengan serius, sehingga semua fasilitas pendukung bisa tersedia secara bertahap,” tutupnya.(Diskominfo Tolikara)*

Post View : 1063

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *