KARUBAGA[papuank.com]-Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos didampingi Asisten 1 Setda, Semuel Kogoya, SH.,M.Si dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, dr. Demus Kogoya meresmikan 18 gedung Puskesmas (PKM) yang dipusatkan di Puskesmas Wugi, Selasa 27 Mei 2025.
Gedung Puskesmas yang diresmikan tersebut dibangun pada tahun 2022 hingga 2024, terdiri dari 4 Puskesmas baru (PKM Bogonuk, Aweku, Anawi, dan Wugi), dan Puskesmas lama namun memiliki gedung baru (PKM Geya, Kai, Bewani, Kondaga, Lianogoma, Telenggeme, Woniki, Kanggime, Yuneri, Poganesi, Tagineri, Kamboneri, dan Bewani).

Bupati Tolikara Willem Wandik pada kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat dari 18 distrik dan sekitarnya untuk bersyukur atas kehadiran gedung Puskesmas yang baru.
“Kita harus bersyukur atas kehadiran Puskesmas ini,” kata Bupati Willem Wandik di hadapan seluruh masyarakat yang menyaksikan acara peresmian Puskesmas.
Bupati Willem Wandik menegaskan, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat distrik dan kampung-kampung, hendaknya seluruh masyarakat Tolikara memberikan perhatian kepada tenaga kesehatan yang bertugas di setiap Puskesmas.

“Dokter atau tenaga kesehatan yang ditempatkan di sini (Puskesmas) harus diperhatikan secara maksimal dan serius. Penanganan kesehatan harus diperhatikan mulai dari sini sebelum dirujuk ke RSUD Karubaga atau ke Jayapura. Jadi kita harus berikan perhatian kepada suster-suster mereka yang datang bertugas dan melayani di sini,” tegas Bupati Willem Wandik.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Demus Kogoya dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Distrik Wugi terutama keluarga yang menyerakan lokasi untuk membangun Puskesmas.

“Masyarakat Distrik Wugi pada saat pasien yang sakit berat pergi berobat di RSUD Tolikara di Karubaga dengan menyiapkan biaya ojek sangat mahal. Tetapi dengan hadirnya Puskesmas ini, semua berobat di sini dengan cepat dan mudah,”ujar dr. Demus Kogoya.
Karena itu ia meminta kepada masyarakat agar memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Wugi. Sebaliknya para tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Wugi maupun puskesmas lain yang tersebar di seluruh Tolikara harus berbaur dengan masyarakat terutama belajar bahasa daerah yaitu bahasa Lani.

“Karena rata-rata masyarakat yang tinggal di daerah-daerah pelosok tidak lancar komunikasi menggunakan bahasa indonesia, kalau salah komunikasi dokter bisa-bisa salah kasih resep dan akibatnya pasien tidak bisa tertolog cepat,” jelasnya.
Acara peresmian 18 Puskesmas berlangsung aman dan hikmat dihadiri Ketua DPRD Tolikara Meinus Wenda, S.IP, para pimpinan OPD, Kasdim 1716/Tolikara, Mayor Inf. Edy Ponco Wibowo, TNI-Polri, Ketua Klasis Konda Pdt. Agus Kogoya, S.Th bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat serta masyarakat.
Sebagai ucapan kebagaian dan tanda rasa syukur, pada acara peresmian ini masyarakat Wugi menggelar acara Bakar Batu yang diikuti para tamu undangan.[Diskominfo Tolikara]












