WAMENA[papuani.com]-Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos didampingi Sekda Dr. Yosua Douw, S.Sos.,M.Si dan Kepala Bappeda Dr. Imanuel Gurik, SE.,M.Ec.Dev menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangungan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua Pegunungan tahun 2026.
Musrenbang selama 2 hari (6-7 Mei 2025) diikuti Delapan (8) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang ada di Provinsi Papua Pegunungan, bertempat di Hotel Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (HC) John Tabo, SE.,MBA dalam sambutannya saat membuka Musrenbang mengatakan, kegiaTan ini merupakan yang pertama kali sejak Provinsi Papua Pegunungan memiliki gubernur definitif. Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan semua program pembangunan provinsi dan kabupaten dengan visi dan misi presiden Republik Indonesia.
Guna meningkatkan mutu pembangunan di daerah, Bupati Tolikara, Willem Wandik, Sos mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tolikara siap bersinergi dengan Gubernur Papua Pegunungan. Menurutnya, Musrenbang ini sangat penting mengingat tahun depan (2026) merupakan pelaksanaan APBD pertama kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024. Hal ini dimulai dari sinkronisasi visi misi gubernur dan bupati/walikota dengan Program Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.

“Bagi Pemda Tolikara, kegiatan Musrenbang Tingkat Provinsi ini penting bagi Tolikara, sebab terdapat koherensi berbagai program utama bapak gubernur yang sejalan dan senafas dengan program yang kami canangkan dalam RKPD-Perubahan 2025 dan RKPD 2026 yang sedang dikerjakan oleh Tim Kabupaten Tolikara,” ujar Bupati Willem Wandik.
Musrenbang dihadiri Gubernur Papua Pegunungan, para Bupati, Sekda dan Kepala Bappeda dari 8 Kabupaten, ASN, anggota Forkopimda, TNI-Polri, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. Hadir pula, tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Musrenbang Provinsi Papua Pegunungan resmi ditutup pada Kamis 7 Mei 2024 dan melahirkan empat (4) catatan penting dari Gubernur yakni yakni konesifitas daerah dalam 8 kabupaten perlu sama-sama diperhatikan, hubungan antara provinsi dan kabupaten, kabupaten dengan kabupaten, kabupaten dengan distrik dan kampung ini perlu bersama-sama bahu-membahu hubungan ini.[Diskominfo Tolikara]






