Bupati Willem Wandik Tegaskan, ASN Harus Memperhatikan Orang Sakit, Bukan Minta Bantuan Bama Saat Orang Sudah Meninggal

KARUBAGA[papuani.com]-Hendaknya setiap orang terutama ASN memberikan perhatian kepada saudara-saudari yang sedang sakit. Tidak dibenarkan jika orang sibuk meminta bantuan bahan makanan (bama) untuk urusan orang yang sudah meninggal.

Demikian dikatakan Bupati Willem Wandik di hadapan ASN Pemkab Tolikara, ketika memimpin Apel pagi di halaman Kantor Bupati di Igari, Karubaga, Jumat 9 Mei 2025.

“Saya berharap kepada para ASN dari masing-masing OPD untuk perhatikan masyarakat, kalau ada orang sakit mohon bantuannya untuk membantu mereka. Jangan sampai nanti kalau sudah meninggal baru hubungi ini sudara kita meninggal jadi bantu bama duka dulu, begini tidak boleh!” tegas Bupati Willem Wandik.

“Kita harus respek dengan lingkungan sosial dimana kita berada. Bagaimanapun kita ini manusia tidak terlepas dari hidup sosial. Kita menyelamatkan nyawa orang saat sakit jauh lebih berharga dari pada kita bantu bama di tempat duka, karena orang yang sudah meninggal itu sudah pergi senang di alamnya mereka di sana. Kita kirim bama untuk orang-orang yang kumpul di duka yang tadinya tidak urus Almarhum saat sakit dengan baik,” jelasnya.

Medan wilayah Kabupaten Tolikara terkenal sangat berat. Masyarakat bermukim saling berjauhan di lereng-lereng gunung, bukit dan di lembah. Jarak tempuh ke Puskeskas dan Rumah Sakit juga sangat jauh. Kondisi ini menuntut setiap orang untuk saling memberi perhatian terutama di kala sedang sakit.

“Waktu lalu saya kunjungan ke RSUD Karubaga, dari semua pasien hanya 3 pasien yang kami lihat sakitnya berat dan sangat urgen sekali sehingga saya minta dokter keluarkan surat rujukan dan dokter rujuk harus ke Jayapura bukan di wamena lagi. Sehingga saya minta pesawat walaupun mahal tetapi nyawa mereka diselamatkan,” ucap Bupati Willem Wandik.

Dikatakannya, dari ketiga pasien tersebut, 1 orang siswa SMA Negeri Karubaga yang pingsan saat mengikuti ujian. Dari data dokter, yang bersangkutan tidak sarapan pagi dan hanya minum kopi. Akibatnya, asam lambung meningkat memicu glukosa naik dan menghambat sirkulasi oksigen ke otak berakibat siswa itu pingsan dan badan sebelah menjadi lumpuh.

Satu lagi pasien dari Distrik Wugi mengalami sakit hampir sama dengan siswa di atas. Sedangkan, pasien yang ketiga adalah seorang ibu dari Karubaga kena kanker tumor tenggorokan akibat makan pinang. Tenggorokannya harus dibolong dan dipasang selang sebagai alat bantu pernafasan. Ini jadi pelajaran, agar orang berhenti makan pinang dan merokok karena sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Kalau saya tidak ambil langkah seperti itu, ketiga pasien ini sudah meninggal, tetapi sekarang mereka sudah tertolong. Kalau kita tidak ambil langkah cepat mungkin 3 orang ini sudah meninggal. Kalau demikian siapa yang rugi, keluarga rugi, pemerintah juga rugi karena Data Penduduk Tetap (DPT) menurun. Subyek utama pembangunan itu adalah manusia, karena itu nyawa manusia harus diselamatkan karena manusia Tolikara adalah aset penting Tolikara,” tututnya.

“Kabupaten Tolikara hadir untuk memberdayakan manusia. Itu paling utama. Pembagunan fisik penting juga tetapi yang paling utama adalah pembangunan manusianya secara utuh itu yang penting,” pesan Bupati Willem Wandik.[Diskominfo Tolikara]

Post View : 1472

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *