KARUBAGA[papuani.com]-emerintah Kabupaten Tolikara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana menyusul kebakaran hebat yang menghanguskan kawasan Giling Batu, Distrik Karubaga pada Rabu (28/1/2026). Penetapan ini tertuang dalam surat pernyataan musibah yang dikeluarkan oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos, terhitung sejak Kamis (29/1/2026).
Kepala BPBD Tolikara, Feri Kogoya, SH, mengonfirmasi bahwa status tanggap darurat ini akan berlaku selama 14 hari. Hingga memasuki hari ketiga penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan pendataan intensif di lapangan.

Berdasarkan laporan terkini dari Tim TRC BPBD Tolikara, dampak kebakaran mencakup area yang sangat luas dengan rincian, korban terdampak 246 Kepala Keluarga (KK). Bangunan hangus sekitar 200 unit bangunan (Rumah kos, penginapan, kios, warung makan, toko bangunan, bengkel, hingga usaha peternakan babi). Estimasi kerugian mencapai Rp156 Miliar.
”Total kerugian materiel sementara diperkirakan Rp156 miliar. Setelah masa tanggap darurat berakhir, kami akan melanjutkan ke tahap pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” ujar Feri Kogoya di Posko Induk Kantor Distrik Karubaga, Senin (2/2/2026).

Kepala Dinas Sosial Tolikara, Andrus Kogoya, SE, memastikan bantuan kebutuhan dasar telah disalurkan secara bertahap sejak hari pertama. Bantuan tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur, hingga perlengkapan mandi.
Selain dari Pemkab Tolikara, bantuan juga mengalir dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial (Sabtu, 31/1) dan BPBD Provinsi (Senin, 2/2) yang memberikan tambahan bahan makanan serta alat masak.

Mengingat kawasan Giling Batu sudah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali, pemerintah daerah mengambil langkah preventif. Pemerintah akan mengundang pemilik hak ulayat Orang Asli Papua (OAP) untuk membahas masa depan lokasi tersebut agar tidak terjadi musibah serupa.
Sebagai solusi jangka pendek, pedagang yang ingin kembali beraktivitas diarahkan menempati ruko permanen milik pemerintah di Kawasan Gurikme (Kota Baru) yang dinilai lebih aman dan terintegrasi dengan terminal induk.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik (korsleting) dari salah satu kios. Namun, kepastian penyebabnya masih menunggu hasil olah TKP resmi dari Tim Labfor Polda Papua yang telah turun ke lokasi sejak Jumat (30/1/2026).[Diskomdigi Tolikara]*












