Pass Valley,Papua Pegunungan[papuani.com]-Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan, Sem Kepno, membawa bantuan berupa 2 ton beras Bulog serta bantuan uang dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke-63 di Abenaho, Pass Valley, Rabu (28/10/2026).
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kerja keras panitia dan mengajak seluruh jemaat Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) memperkuat kemandirian gereja serta menjaga semangat pelayanan.
Sem Kepno hadir mewakili Gubernur Papua Pegunungan yang berhalangan mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa perayaan tahun ini menunjukkan perkembangan positif, terutama melalui keterlibatan masyarakat dan pelaksanaan berbagai kegiatan yang mempererat kebersamaan jemaat.

Ia mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin mengucap syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga perayaan Pekabaran Injil ke-63 dapat berlangsung.
“Pertama-tama, kami sebagai umat Tuhan patut mengucap syukur kepada Tuhan karena Tuhan itu baik. Tuhan memberi napas kehidupan kepada kita sehingga kita boleh ada sebagaimana adanya,” ujar Sem Kepno.
Menurutnya, perayaan tersebut menjadi momentum penting bagi delapan klasis di wilayah pelayanan GJRP untuk mempererat persekutuan, meningkatkan semangat pelayanan, dan memperkuat komitmen membangun gereja yang mandiri.
Bawa 2 Ton Beras dan Bantuan Pemerintah Provinsi
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sem Kepno membawa bantuan berupa 2 ton beras Bulog serta bantuan uang dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sebagai bentuk dukungan terhadap perayaan HUT Pekabaran Injil ke-63 di Pass Valley.
Dukungan itu diharapkan dapat membantu kebutuhan kegiatan dan memperkuat kebersamaan jemaat. Rincian nilai bantuan uang, peruntukan khusus, serta mekanisme penyalurannya perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar informasi yang disampaikan kepada publik akurat.

Sem Kepno juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, ketua panitia, sekretaris, dan seluruh seksi yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, ketua panitia, sekretaris, dan seluruh seksi. Kerja-kerja panitia tahun ini luar biasa,” ungkapnya.
Ia menilai perayaan tahun ini tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga diisi dengan kegiatan olahraga dan pertandingan yang melibatkan masyarakat serta sejumlah pejabat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan yang patut dipertahankan.
“Tahun lalu, ketika kami datang, kegiatannya hanya ibadah lalu pulang. Namun, tahun ini saya melihat sesuatu yang luar biasa. Ada kegiatan olahraga dan pertandingan yang mempererat kebersamaan. Saya sendiri datang dan merenungkan bahwa pelaksanaan tahun ini benar-benar luar biasa,” tuturnya.
Ia berharap kerja keras panitia dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan kegiatan gerejawi pada masa mendatang.

Sampaikan Permohonan Maaf Gubernur
Sem Kepno menjelaskan bahwa dirinya hadir untuk mewakili Gubernur Papua Pegunungan yang belum dapat menghadiri perayaan secara langsung karena sedang menjalankan tugas di luar daerah.
Ia mengatakan, sebelumnya telah ada penugasan perwakilan untuk menghadiri kegiatan tersebut. Namun, agenda upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada hari yang sama serta kondisi kesehatan salah satu pejabat yang ditugaskan membuat dirinya diminta menyampaikan sambutan gubernur.
“Sebelum saya menyampaikan sambutan, saya menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Gubernur karena beliau tidak sempat hadir. Beliau sedang menjalankan tugas di luar daerah. Saya kemudian ditugaskan untuk mewakili menyampaikan sambutan Gubernur pada perayaan HUT Pekabaran Injil ke-63 di wilayah Pass Valley,” katanya.

Apresiasi Bupati Yalimo yang Dekat dengan Masyarakat
Dalam sambutannya, Sem Kepno secara khusus memberikan apresiasi kepada Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, yang dinilainya menunjukkan kedekatan dengan masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan, termasuk pertandingan sepak bola.
Menurut Sem, seorang pemimpin tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat, membangun kebersamaan, dan memberikan teladan melalui tindakan nyata.
“Bupati Yalimo ini luar biasa. Beliau seorang pemimpin, tetapi sering merendahkan diri dan turun langsung ke lapangan. Beliau hadir dalam kegiatan besar, menjalankan tugas, tetapi juga bisa turun ke lapangan dan ikut bermain bola. Ini luar biasa dan menjadi contoh bagi kita semua ke depan,” kata Sem Kepno.
Ia juga mendoakan agar Tuhan senantiasa memberkati Bupati Yalimo dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kemandirian Gereja Harus Menjadi Komitmen Bersama
Selain memberikan apresiasi kepada panitia dan pemerintah daerah, Sem Kepno menekankan pentingnya kemandirian gereja agar pelayanan kepada jemaat dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa dukungan yang pernah diberikan kepada gereja pada tahun-tahun sebelumnya perlu dikelola dengan baik dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan pelayanan, termasuk untuk mendukung kegiatan di Kantor Pusat Administrasi (KPA).
“Pada tahun 2019, pernah ada bantuan sebesar Rp. 150 juta untuk mendukung kemandirian gereja dan meneruskan kegiatan-kegiatan gereja, terutama di Kantor Pusat Administrasi. Bantuan itu perlu dikelola dengan baik agar kegiatan pelayanan dapat terus berjalan,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi dukungan dari Bupati Yalimo dan berbagai pihak lainnya dalam perayaan tahun ini. Menurutnya, bantuan yang diterima gereja harus disertai tanggung jawab dalam pengelolaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sem Kepno menegaskan bahwa kemandirian gereja tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan dana, tetapi juga oleh komitmen, kebersamaan, kemampuan mengelola sumber daya, serta keterlibatan seluruh jemaat dalam pelayanan.
Dengan demikian, gereja diharapkan mampu mengembangkan program-program pelayanan secara terencana dan tidak hanya bergantung pada bantuan dari pihak lain.

Kaum Ibu dan Generasi Muda Punya Peran Penting
Sem Kepno juga memberikan penghargaan kepada kaum ibu yang dinilainya memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan kehidupan gereja.
Menurutnya, kaum ibu telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan dan mempertahankan kehidupan jemaat, termasuk ketika gereja menghadapi berbagai keterbatasan.
“Gereja harus terus dikuatkan. Saya memberikan apresiasi kepada kaum ibu karena mereka luar biasa dan memiliki peran penting dalam menjaga gereja tetap hidup serta mendukung pelayanan,” ujarnya.
Selain kaum ibu, ia mengajak generasi muda, termasuk pemuda, mahasiswa, dan kaum intelektual, untuk mengambil bagian aktif dalam kehidupan bergereja dan pembangunan masyarakat.
Ia menilai generasi muda merupakan penerus yang memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai iman, memperkuat persatuan, dan melanjutkan pelayanan gereja pada masa mendatang.
Karena itu, ia berharap pendeta, majelis, diaken, kaum ibu, pemuda, mahasiswa, dan seluruh masyarakat dapat terus bekerja sama membangun gereja yang kuat dan mandiri.

HUT ke-63 Jadi Momentum Memperkuat Persatuan
Perayaan HUT Pekabaran Injil ke-63 di Abenaho, Pass Valley, menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pelayanan Injil sekaligus memperkuat komitmen jemaat dalam menjaga persatuan dan mengembangkan kehidupan gereja.
Sem Kepno kembali menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam perayaan tahun ini dapat terus dipertahankan dan diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari.
Ia menegaskan, upaya membangun kemandirian gereja membutuhkan kerja sama seluruh unsur, baik pengurus gereja, pemerintah, masyarakat, kaum ibu, maupun generasi muda.
Melalui dukungan pemerintah, kerja keras panitia, dan partisipasi jemaat, perayaan HUT Pekabaran Injil ke-63 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan, menumbuhkan iman, dan membangun GJRP yang semakin mandiri serta berkelanjutan.[Diskominfosatik PPG]









